Back   
LEBIH BERHARGA DARI EMAS
"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar; dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas" (Amsal 22:1)
Pada tahun 2002, seorang ‘whistleblower’ eksekutif perusahaan komoditi Enron bernama Sherron Watkins masuk ke ruangan CEO dengan membawa sebuah pesan penting: yaitu sebuah peringatan bahwa perusahaan tempat ia bekerja dibangun di atas manipulasi akuntansi. Ia mempertaruhkan segalanya: karier, penghasilan, dan reputasinya di industri. Berdasarkan data itu, Enron akhirnya runtuh dan menjadi salah satu skandal korporat terbesar dalam sejarah Amerika. Ribuan orang kehilangan dana jaminan hari tua mereka. Apa yang terjadi dengan Sherron Watkins?
Majalah Time justru menjadikannya sebagai salah satu "Person of the Year". Ia kehilangan gaji. Tapi namanya tetap bersih.
Kata Ibrani untuk "nama" memiliki bobot yang jauh lebih besar dari sekadar panggilan. Dalam budaya Timur Tengah kuno, nama mewakili keseluruhan karakter, kehormatan, dan warisan seseorang.
Kata "kekayaan besar" atau kelimpahan materi dikontraskan dengan dengan kata baik/indah, yang diletakkan sebelum nama. Hal ini menekankan bahwa nama yang indah mengalahkan bahkan kekayaan yang luar biasa sekalipun.
Mengapa bisa demikian?
Pertama, Nama yang baik bertahan lintas generasi.
Kekayaan rata-rata habis dalam tiga generasi. Tapi nama yang dibangun di atas integritas bergema jauh lebih lama. Dalam Alkitab, nama Daud/David menjadi salah satu nama yang populer bagi anak laki-laki hingga hari ini.
Kedua, Nama yang baik membuka pintu yang tidak bisa dibeli oleh uang.
Kepercayaan adalah ‘mata uang’ yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan. Amsal 22:1 berada dalam kumpulan hikmat yang secara konsisten menghubungkan karakter dengan pengaruh. Ketika reputasi kita berbicara di depan mendahului maka pintu-pintu terbuka bahkan sebelum kita mengetuk.
Ketiga, Nama yang baik bertahan ketika segalanya runtuh.
Kekayaan rentan terhadap pasar, pencuri, dan waktu. Tapi karakter bertahan dalam krisis. Ayub kehilangan semua harta bendanya namun Allah sendiri berkata, "Tidak ada seorang pun di bumi seperti dia" (Ayub 1:8). Apa yang tersisa Namanya.
Sadar atau tidak, kita sedang membangun nama saat ini, yaitu dalam kita memperlakukan orang lain ketika tidak ada yang melihat, cara kita menepati janji, dll. Dunia mungkin lebih peduli dengan seberapa banyak harta yang kita punya? Tetapi hikmat akan bertanya: Siapa kamu sebenarnya? Jaga namamu, karena itu jauh lebih berharga dari kekayaanmu, AMIN. (ES)