preloader
  Back   

SERATUS PUKULAN PUN PERCUMA

“Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal” (Amsal 17:10)

Saya sangat kagum dengan penulis Kitab Amsal. Meskipun sudah berusia ribuan tahun, kitab ini tetap relevan sampai zaman post-modern saat ini. Contohnya ayat di atas. Apakah Anda pernah berurusan dengan orang bebal? Bagaimana rasanya? Frustrasi bukan?
Bagaimanapun cara kita memberi penjelasan kepadanya, tetap saja dia bebal. Artinya, tidak mau memahami maksud kita. Bisa jadi dia ‘mengerti’ namun tetap tidak ‘memahami’ dan ‘menjalankan’ apa yang kita katakan. 

Alkitab memberikan contoh orang seperti ini. Misalnya Nabal, orang kaya yang pelit, sehingga bahkah istrinya pun berkata, “Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh” (1Sam. 25:25).

Orang bebal bahkan disamakan dengan anjing: “Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya” (Ams. 26:11).
Ada prank yang sangat berbahaya di musim dingin. Jika ada orang yang menyarankan kita untuk menjilat tiang atau pagar logam, jangan pernah mencobanya. Lidah kalian kan menempel dan sobek jika Anda paksa untuk melepasnya.

Oleh sebab itu, jadilah orang bijak yang mau mendengar masukan  orang lain dan tidak membalasnya dengan air tuba, apalagi air keras. (XQP).
Doa: Bapa, ampuni aku jika sesekali masih bebal juga karena justru marah dengan yang mencoba memberi masukan yang baik.

Share