Back   
KETIKA KEBOHONGAN TAMPAK MENGUNTUNGKAN
Lalu berkatalah raja kepada Ziba: “Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.” Kata Ziba: “Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja” (2 Samuel 16:4)
Kisah dalam 2 Samuel 16:1-4 terjadi di saat Daud sedang melarikan diri dari Absalom. Dalam keadaan genting itu, Ziba datang membawa bekal untuk Daud. Sekilas, tindakan Ziba tampak mulia dan penuh perhatian. Namun di balik pemberian itu, ia menyampaikan kabar yang tidak benar tentang tuannya, Mefiboset, seolah-olah Mefiboset tidak setia kepada Daud. Daud yang sedang tertekan akhirnya mempercayai perkataan Ziba dan memberikan seluruh harta Mefiboset kepadanya.
Peristiwa ini menunjukkan betapa liciknya hati manusia ketika tergoda oleh kesempatan. Ziba memanfaatkan situasi sulit Daud untuk mencari keuntungan pribadi. Kebohongan yang ia sampaikan memang berhasil membuatnya tampak benar di mata Daud, tetapi pada akhirnya ia kehilangan integritas. Kebohongan mungkin tampak menguntungkan sesaat, tetapi ia adalah racun yang perlahan merusak kehidupan.
Daud sendiri, meski seorang raja yang bijaksana, tetap bisa salah menilai karena hanya mendengar satu sisi cerita. Dari sini kita belajar bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menilai. Tekanan hidup sering membuat kita terburu-buru mengambil keputusan tanpa menimbang dengan bijak. Karena itu, kita diajar untuk berhati-hati, berdoa, dan meminta hikmat Tuhan sebelum menentukan langkah.
Kisah ini juga mengingatkan bahwa kesetiaan sejati diuji justru dalam keadaan sulit. Apakah kita tetap setia kepada Tuhan dan sesama ketika keadaan tidak menguntungkan? Atau kita tergoda untuk mengkhianati demi keuntungan pribadi? Dalam pekerjaan, kita mungkin tergoda untuk menjelekkan rekan kerja demi posisi. Dalam keluarga, kesulitan ekonomi bisa membuat kita saling menyalahkan atau berbohong. Dalam pelayanan, ada godaan untuk mencari keuntungan pribadi. Tetapi semua itu harus kita lawan dengan kesetiaan dan kejujuran.
Dunia penuh dengan godaan untuk berbohong, menipu, dan mencari keuntungan pribadi. Namun Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kebenaran dan kesetiaan. Jangan takut jika kesetiaan kita tidak langsung dihargai oleh manusia, sebab Tuhan yang melihat hati akan memberikan upah yang kekal. Kesetiaan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan, dan itu lebih berharga daripada segala keuntungan dunia.
Sahabat HBC yang Tuhan Yesus kasihi, jangan biarkan tekanan hidup membuat kita kehilangan integritas. Jangan biarkan godaan dunia mengaburkan panggilan kita untuk hidup dalam kebenaran. Ingatlah bahwa kebohongan mungkin tampak menguntungkan, tetapi hanya kesetiaan yang membawa kemenangan sejati.
Mintalah tuntunan Tuhan supaya kita tetap setia dan jujur dalam setiap keadaan. Mintalah Tuhan melindungi hati kita dari godaan untuk berbohong atau mencari keuntungan pribadi. Biarlah hidup kita menjadi kesaksian yang mempermuliakan nama Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)